LUMAJANG — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lumajang merazia sejumlah rumah kos yang ditengarai menjadi ajang praktik asusila, Jumat (6/11/2026).
Dalam operasi penertiban tersebut, petugas mengamankan 11 orang pasangan tidak resmi beserta barang bukti botol minuman keras.
Langkah tegas itu dilakukan untuk merespons maraknya keluhan warga sekitar yang resah dengan gangguan ketertiban dan pelanggaran norma di lingkungan pemukiman.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Lumajang, Mochammad Chaidir Sholeh, menegaskan bahwa penertiban menyasar titik-titik rawan berdasarkan aduan masyarakat.
Petugas bergerak cepat menyisir area kos di berbagai kawasan kota.
“Kami menerjunkan beberapa tim untuk menyisir hampir seluruh rumah kos di Lumajang. Hasilnya, kami mendapati enam pasangan tidak resmi di dalam kamar. Namun, satu pria berhasil melarikan diri saat penggerebekan, sehingga total 11 orang yang langsung kami amankan,” kata Chaidir saat memberikan keterangan.
Tak hanya mengamankan pasangan bukan suami istri, petugas menyita sejumlah botol minuman beralkohol dari dalam kamar.
Temuan memprihatinkan juga didapati petugas saat memeriksa salah satu kamar kos, di mana seorang wanita asal Jawa Barat tinggal bersama anak balitanya ditemukan sisa-sisa botol miras.
“Kondisi ini sangat tidak layak untuk tumbuh kembang anak. Kami langsung memberikan tindakan dan pembinaan tegas di tempat,” ujar Chaidir.
Seluruh pelanggar yang terjaring langsung digelandang ke Markas Satpol PP Lumajang untuk menjalani pendataan serta proses hukum administrasi.
Tak berhenti pada penghuni, Satpol PP turut memanggil pihak keluarga dan pengelola kos yang dinilai lalai membiarkan praktik tersebut terjadi.
“Seluruh pelanggar kita data dan usut asal-usul informasi kos tersebut. Kami berikan pembinaan serta sanksi sosial agar memberikan efek jera, baik bagi pelaku maupun pemilik kos,” tegasnya.
Chaidir mendesak para pemilik usaha kos agar memperketat seleksi penghuni dengan mewajibkan dokumen kependudukan yang sah.
Pihaknya memastikan operasi serupa akan terus digelar secara mendadak demi menjaga iklim kondusif di wilayah Lumajang.
“Kegiatan serupa akan terus kami gelar secara berkala dan mendadak untuk memastikan ketertiban umum di Lumajang tetap terjaga,” pungkasnya. *








